Vitamin Ibu Menyusui

Selama masa menyusui, perlu dipastikan bahwa produksi ASI selalu cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari anak. Itulah mengapa penting untuk memenuhi kebutuhan nutrisi harian ibu menyusui, yang tidak hanya penting bagi Anda, tetapi juga untuk pertumbuhan dan perkembangan anak. Dari beragam asupan gizi, vitamin dalam daftar itu tidak boleh dilewatkan oleh ibu menyusui.

Jadi, mari kita cari tahu jenis vitamin apa yang penting untuk menyusui dalam ulasan ini!

Vitamin apa yang dibutuhkan untuk ibu menyusui?
ASI terlalu banyak

Vitamin Ibu Menyusui

Vitamin Ibu Menyusui

ASI adalah makanan terbaik untuk anak-anak di usia 6 bulan, juga dikenal sebagai pemberian ASI eksklusif. Atas dasar ini, ibu menyusui disarankan untuk memastikan bahwa produksi ASI tetap prima selama menyusui.

Asupan nutrisi harian dari berbagai sumber makanan dan minuman adalah salah satu cara utama untuk mendukung kesehatan ibu sambil mempertahankan produksi ASI.

Tidak hanya dari makronutrien seperti karbohidrat, protein dan lemak, tetapi Anda tidak boleh kehilangan nutrisi mikro, termasuk vitamin. Nah, untuk memastikan bahwa kebutuhan vitamin harian ibu menyusui tidak kurang, setidaknya jenis vitamin berikut ini bisa dipenuhi:

  1. Vitamin C.
    Vitamin C termasuk dalam kelompok vitamin yang larut dalam air yang banyak terkandung dalam berbagai sayuran dan buah-buahan. Untuk ibu menyusui, kebutuhan vitamin C dalam tubuh meningkat sekitar 25 miligram (mg) dari kebutuhan awalnya.

Menurut Nutritional Adequacy Rate (RDA) dari Kementerian Kesehatan Indonesia, kebutuhan vitamin C untuk wanita usia subur 20-35 tahun adalah 75 mg. Jadi, jika Anda berusia antara 20 dan 35 tahun dan sedang menyusui, total kebutuhan harian akan vitamin C adalah 100 mg.

Vitamin identik ini terkandung dalam buah jeruk adalah antioksidan sebagai pelindung tubuh terhadap serangan radikal bebas. Tidak hanya itu, Vitamin C juga dapat membantu mempercepat proses penyembuhan luka dan penyerapan zat besi.

Selain itu, karena tubuh tidak dapat memproduksi vitamin C dengan sendirinya, sehingga sangat tergantung pada asupan harian. Ibu menyusui dapat memenuhi kebutuhan vitamin C harian untuk diri mereka sendiri dan anak-anak mereka, mulai dari kiwi, tomat, jambu biji, pepaya, stroberi dan paprika.

Jika Anda mengonsumsi terlalu banyak vitamin C, ginjal bertanggung jawab untuk menyaring untuk menghilangkan kelebihan tubuh.

  1. Vitamin B12
    Seperti halnya vitamin C, vitamin B12 juga diklasifikasikan sebagai vitamin yang larut dalam air. Asupan vitamin B12 yang cukup dalam tubuh ibu akan diberikan untuk memenuhi kebutuhan tubuh anak melalui ASI.

Bayi yang menyusui dari ibu yang menerima pasokan vitamin B12 yang baik juga menerima cukup vitamin B12. Sebaliknya, ibu yang tidak mengonsumsi vitamin B12 jelas menempatkan anak-anak mereka dalam risiko tidak mendapatkan cukup vitamin B12.

Pentingnya vitamin B12 untuk anak-anak bukan tanpa alasan. Ini karena vitamin B12 dapat mendukung perkembangan otak dan produksi sel darah merah untuk anak-anak.

Mengutip Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC), kekurangan vitamin B12 pada bayi baru lahir untuk waktu yang lama berisiko menyebabkan kerusakan otak permanen.

Oleh karena itu, menurut RDA 2013, ibu yang menyusui antara 20 dan 35 tahun disarankan untuk menyediakan sekitar 2,8 mikrogram (mcg) kebutuhan vitamin B12 harian. Anda bisa mendapatkan vitamin B12 dari produk susu, daging, ikan, telur, dll.

  1. Vitamin D
    Vitamin D adalah kelompok vitamin yang larut dalam lemak, sehingga berbeda dari vitamin B dan vitamin C. Asupan vitamin D yang cukup pada ibu menyusui dapat membantu mendukung perkembangan tulang yang sehat pada bayi baru lahir.

Karena anak berisiko terkena ricket atau bahkan disebut ricket atau rickettsia. Rakhitis adalah gangguan tulang yang disebabkan oleh kekurangan vitamin D dalam tubuh.
Selain vitamin D, nutrisi lain yang tidak cukup baik menyebabkan rakhitis, yaitu fosfat dan kalsium. Semua nutrisi ini diperlukan agar tulang tumbuh lebih sehat dan kuat.
Jika asupannya hilang, tulang bisa menjadi rapuh, lemah, dengan retardasi pertumbuhan dan mengalami kelainan bentuk. Padahal, kekurangan vitamin D pada bayi sangat jarang terjadi.
Namun, tidak ada salahnya untuk mencoba memenuhi kebutuhan vitamin D harian dari berbagai sumber makanan. Tidak ketinggalan, menurut AKG pada 2013, ibu menyusui yang berusia antara 20 dan 35 tahun disarankan untuk memenuhi hingga 15 mcg vitamin D.

Baca juga :